Media
Berita Anda
JAKARTA - Dua politisi Fraksi Golkar asal Kaltim yang saat ini masih duduk di DPR RI yaitu Mahyudin dan Hetifah Sjaefudian ternyata tidak berminat melirik kursi Gubernur atau Wakil Gubernur Kalimantan Timur pada Pilgub Kaltim 2013.
Mahyudin menyebutkan pada prinsipnya dirinya hingga kini belum pernah mengajukan diri sebagai Cagub atau Cawagub dari partai Golkar. Walaupun sejumlah tokoh dan kader di DPW Partai Golkar sempat meminta dirinya maju dalam bursa calon.
"Memang sudah ada yang meminta saya untuk maju dalam bursa calon, namun pada prinsipnya saya hingga kini belum mengajukannya," jelas Mahyudin kepada Koran Kaltim di Senayan Jakarta, kemarin.
Mahyudin yang duduk sebagai Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan, persoalannya sekarang bukanlah tertarik atau tidak tertarik duduk di kursi Gubernur, melainkan Partai Golkar ingin juga kadernya duduk menjadi orang nomor satu di Kaltim, dan tentu dalam penentuan ini tidak bisa sembarangan kandidat,.
Salah satu mekanismenya dengan melakukan survei Ke masyarakat, dan disini baru bisa diketahui apakah seseorang yang akan di usung Golkar benar-benar populer di masyarakat.
"Ada mekanisme yang dilakukan Golkar, yaitu dengan survei. Namun bila hasil survei mengatakan saya mendapat tanggapan yang cukup banyak, maka saya siap saja, tapi kalau bisa saya tetap saja di DPR RI karena sistem kerjanya sama juga yaitu sama-sama melayani masyarakat Kaltim," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah kader yang berdomisili di Kaltim juga cukup banyak yang sudah dikenal masyarakat, seperti AwangFaroek, Rita Widyasari hingga Mukmin Faisal.
"Masih banyak kok kader-kader terbaik Golkar Kaltim yang bisa menjadi tokoh dan sudah dikenal masyarakat," tuturnya menjelaskan.
Sementara, Anggota Komisi V DPR RI Hetifah Sjaifudian menyebutkan, dirinya ingin lebih berkonsentrasi pada tugas di DPR RI, karena duduk sebagai wakil rakyatpun tetap melayani masyarakat Kaltim, karena tugas di dewan pun sudah cukup berat.
Namun, Hetifah berharap pemimpin Kaltim ke depan juga punya semangat dalam mewujudkan berbagai harapan dan amanat rakyat Kaltim seperti percepatan infrastruktur, pembenahan lingkungan yang terdegradasi, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat khususnya pemuda lokal, dalam membangun harmoni dan mencegah konflik antar kelompok sosial termasuk konflik agraria.
"Wah, saya tidak berpikir kesana, karena yakin banyak kader golkar lain yang lebih tepat memimpin Kaltim. Selain itu amanat rakyat Kaltim agar saya menyuarakan kepentingan mereka di DPR masih harus dijalankan. Namun saya akan siap mendukung dan mengawal program-program pembangunan gubernur terpilih nanti utamanya program yang pro rakyat dan pro perbaikan lingkungan," tuturnya. []
Sumber: Inilah.com