Media
Berita Anda
RANCAEKEK - Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, di aula kantor Kecamatan Rancaekek, Rabu (22/2) dihadiri anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Cecep Suhendar dan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Arief Setiansyah.
Dalam musrenbang yang sempat membahas wacana pembangunan Kota Baru Tegalluar (KBT), juga dihadiri peneliti Bappeda Jawa Barat, Trisna Subarna dan Saeful Bahrein, serta perwakilan pejabat Pemkab Bandung serta tokoh masyarakat dan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Rancaekek.
Pada musrenbang tersebut, selain KBT sempat mencuat, juga dibahas juga sejumlah persoalan di wilayah Rancaekek, di antaranya penanganan banjir, limbah, dan kerusakan jalan. Masalah banjir, limbah, dan kerusakan ternyata jadi fokus pembahasan.
Cecep Suhendar, salah seorang wakil rakyat asal Rancaekek ini mengatakan, pembangunan KBT di wilayah timur Kabupaten Bandung, DPRD Kabupaten Bandung akan terus mendorongnya dan harus terwujud karena sudah lama dibahas. Mengingat, konsep pembangunan KBT tersebut nantinya terdapat danau buatan untuk menampung luapan air Sungai Cikeruh, Cimande, dan Sungai Cikijing.
Selain itu, lanjut Cecep, keberadaan danau tersebut untuk mengurangi beban Sungai Citarum yang mengakibatkan banjir di wilayah Rancaekek dan sekitarnya. "Pemkab Bandung diminta tidak melupakan agenda besar KBT sebagaimana tertuang dalam Rencana Program Jangka Panjang (RPJP) 2010-2015 tersebut. "Banjir selalu menjadi ancaman di wilayah Rancaekek dan sekitarnya," kata Cecep.
Di sisi lain, lanjut Cecep, adanya wacana membuat danau buatan dalam RPJP itu harus dibahas dan mendapat dukungan dari masyarakat secara umum. Selain itu, warga juga nanti akan menikmati area wisata air, dan sarana olah raga untuk atlet-atlet dari Kabupaten Bandung.
Masih menurut Cecep, keberadaan KBT akan mencakup kawasan wisata danau yang berfungsi menampung luapan sungai di Rancaekek. "Agenda tersebut benar-benar harus ditindaklanjuti oleh Pemkab Bandung, khususnya untuk mengantisipasi banjir di Rancaekek yang selama ini belum jelas," kata Cecep.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bandung lainnya, Arief Setiansyah menyatakan, pelaksanaan musrenbang di Rancaekek lebih memfokuskan untuk merencanakan pembangunan di setiap desa. "Kita lebih fokus pada perbaikan jalan-jalan yang banyak rusak, penangan limbah, dan penanganan banjir," kata Arief.
Sementara peneliti Bappeda Jabar, Trisna Subarna menyatakan, terkait wacana KBT, kerusakan jalan dan banjir pihaknya hanya sebatas mencatat dan nantinya menyampaikan kepada pimpinan. Mengingat, masalah kebijakan bukan kewenangannya. "Kami hanya mencatat dan nanti melaporkan adanya keinginan masyarakat," kata Trisna. []
Sumber: Klik-galamedia.com